Foto untuk : Babak Semifinal MKK Jawa Tengah Juga Digelar di Pendopo Kabupaten Pekalongan

Babak Semifinal MKK Jawa Tengah Juga Digelar di Pendopo Kabupaten Pekalongan

Pekalongan – Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) 2017 yang diselenggarakan sejak bulan Maret di 101 Kabupaten dan kota seluruh Indonesia, telah memasuki tahap babak semifinal. Babak semifinal MKK 2017 digelar di 25 daerah yang tersebar di jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, Sumatera Utara serta Kalimantan Selatan.

Babak semifinal MKK juga digelar di pendopo Kabupaten Pekalongan dan pendopo Kabupaten Purbalingga secara bersamaan, pada hari Minggu (21/5). Hal ini menunjukkan apresiasi dan dukungan dari pemerintah daerah terhadap pelaksanaan MKK yang selama ini digelar.

Nampak hadir dalam acara yang digelar di pendopo rumah dinas Bupati Pekalongan tersebut yakni Drs. Bisri Romli, MM. anggota DPR RI Fraksi. F- KB, Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar yang merupakan kandidat Calon Gubernur Jawa Tengah, serta ratusan ulama dari 7 kota dan Kabupaten se eks Karesidenan Pekalongan.

Kegiatan MKK ini tidak hanya diselenggarakan di pondok pesantren, namun juga di kampus-kampus umum, dalam rangka menangkal pemikiran dan faham radikal yang tumbuh subur. Melalui kegiatan MKK, diharapkan lahir “wacana tanding” atas dominasi faham keislaman yang hanya bersumber dari internet dan media sosial tanpa adanya talaqqi (proses tranformasi dengan sang guru melalui tatap muka), sehingga menjadikan Ilmu agama (dan ajaran agama Islam) terputus dan sulit divalidasi kebenarannya.

“Padahal, dengan mengkaji Kitab kuning, kita akan mendapatkan sumber kebenaran yang dapat dipertanggung jawabkan. Sebab, dalam kajian kitab kuning teruntai sanad muttashil sampai Rasulullah, yang disampaikan oleh orang-orang yang terpuji (mu’tabaroh). Sanad Muttashil dan mu’tabarah merupakan faktor utama yang menjadikan sebuah karya keagamaan terjaga dan dapat dibertanggung jawabkan”, Ujar H Cucun Syamsurijal, Ketua umum DKN Garda Bangsa, ditemui disela-sela pembukaan acara.

Sementara, dalam kesempatan sambutannya, Marwan Jafar selaku Pembina DKN Garda Bangsa memberikan apresiasi kepada segenap panitia dan memberikan semangat kepada para finalis. Menyinggung kesiapannya untuk maju dalam ajang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 nanti, putra daerah kelahiran Pati yang pernah menjabat sebagai menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI pertama itu, mengungkapkan ingin mengabdikan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah, tentunya dengan dukungan dari semua elemen masyarakat Jawa Tengah.

“Ini adalah bagian dari ihtiar kita berbangsa dan ber negara, termasuk juga untuk membangun daerah. Jawa tengah merupakan daerah dengan level tingkat kemiskinan nomor 2 dibawah jawa timur, dengan mencapai prosentase 13 persen.”, katanya.

Karena itu, lanjutnya, Jawa Tengah tertinggal dari Jawa Timur dan Jawa Barat, apalagi kalo dibandingkan dengan DKI. Oleh karena itu maka, salah satu upaya yang diusungnya adalah bagaimana mempercepat pembangunan secara komprehensif.

“Caranya adalah rajin turun ke lapangan, mendengar aspirasi dari masyarakat langsung. Dari berbagai macam keluhan dan aspirasi dari masyarakat berbagai elemen, nantinya kita rumuskan dalam sebuah kebijakan dan visi misi. Sehingga, tujuan saya keliling ini adalah untuk menyaring kemauan dari masyarakat Jawa Tengah”, pungkasnya. (Trie)