Foto untuk : CAK IMIN BICARA "TIGA PERSOALAN YANG HARUS DIATASI SANTRI"

CAK IMIN BICARA "TIGA PERSOALAN YANG HARUS DIATASI SANTRI"

PKBNews, Jakarta - Acara Musabaqah Kitab Kuning ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP PKB H. Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PBNU Dr. KH. Said Aqil Siroj, Rois Aam PBNU Dr. KH. Ma’ruf Amin, Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Tenaga Kerja Moh. Hanif Dzakiri, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muh. Nasir, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Badan Otonom DPP PKB.
 Untuk kedua kalinya, DKN Garda Bangsa menyelenggarakan Musabaqah Kitab Kuning dengan jumlah peserta 2000 santri putra-putri dari seluruh Indonesia dengan kategori peserta tingkat Ula dan Ulya.

Sementara kitab yang dilombakan mulai dari babak penyisihan tingkat Kab/Kota dan semifinal tingkat Provinsi adalah Kitab Fathul Qorib, Nadham Imrithi, Kitab Ihya Ulumiddin dan Nadham Alfiyah Ibnu Malik. Sementara pada tahun 2016 hanya melombakan kitab Ihya Ulumiddin.

Sementara kitab yang dilombakan mulai dari babak penyisihan tingkat Kab/Kota dan semifinal tingkat Provinsi adalah Kitab Fathul Qorib, Nadham Imrithi, Kitab Ihya Ulumiddin dan Nadham Alfiyah Ibnu Malik. Sementara pada tahun 2016 hanya melombakan kitab Ihya Ulumiddin.
 Adapun babak final Musabaqah Kitab Kuning yaitu tingkat Ula dengan kitab Fathul Qorib dan Nadham Imrithi. Sedangkan tingkat Ulya adalah kitab Ihya Ulumiddin dan Nadham Alfiyah Ibnu Malik. 
Jumlah peserta finalis Musabaqah Kitab Kuning 2017 adalah 200 santri putra-putri dari pesantren se Indonesia yang sudah melaksanakan babak penyisihan ditingkat Kab/Kota se Indonesia dan semifinal ditingkat Provinsi.  
 Dengan diselenggarakannya acara Musabaqah Kitab Kuning adalah untuk menjaga dan melestarikan khazanah-khazanah/intelektual pesantren yang merupakan ciri khas dalam mengembangkan pendidikan karakter dan dalam rangka menjaga tradisi Islam ahlus sunnah waljamaah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan aspirasinya atas terlaksananya musabaqoh Kitab Kuning "Tiga Persoalan Yang Harus Diatasi oleh Santri
Ada tiga persoalan besar umat Islam yang harus mampu dijawab dan diatasi oleh para santri, sebagai corong dan contoh dunia Islam.
Pertama, perkembangan ummat Islam dunia yang sedang mengalami cobaan besar, konflik dan pertentangan yang berawal dari memisah-misah hubungan antar manusia dan manusia, antara muslim dan non muslim karena khazanah keilmuannya belum tuntas, masih setengah-setengah, sehingga melahirkan konflik dan ancaman antar umat manusia. 
Kedua, hubungan antara agama dan negara, sehingga tidak ada yang terancam anatara agama dan negara. Di Indonesia, Mbah Hasyim Asy'ari telah merumuskan dengan cantik antara Agama dan Negara sehingga tidak ada konflik antaraa keduanya sampai hari ini masih terjaga dengan baik, meski ada beberapa pihak yang ingin merombak konsep tersebut. Berbeda di negara lain yang sering kali terjadi konflik yang bersumber dari agama,  karena pemahaman yang kurang tuntas.
Ketiga, hukum agama dan hukum positif yang berkembang di tengah masyarakat, pertentangan antara dua hukum ini juga harus segera diatasi dengan cerdas, cepat, dan tepat, agar Agama dan Negara dapat berkembang dengan baik"