Foto untuk : FPKB Akan Menolak Berbagai Investasi Asing di Industri Rokok

FPKB Akan Menolak Berbagai Investasi Asing di Industri Rokok

Jakarta - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR akan berjuang dan menggalang dukungan untuk menolak impor semua bahan baku rokok, dari tembakau, kertas, dan cengkeh, sampai nol persen.

Untuk itu, FPKB akan menolak berbagai investasi asing di industri rokok, karena hanya akan menyengsarakan petani tembakau dan cengkih Indonedia.

”FPKB yang pertama kali menginisiasi menolak semua jenis impor terkait rokok, termasuk investasi asing. Karena itu, kami meminta semua petani rokok dan cengkeh untuk bersama PKB mengegolkan hal ini dalam Rancangan Undang-Undang Pertembakauan,” tegas Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari FPKB, Daniel Djohan dalam diskusi ‘Tembakau Impor’ bersama Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Pamudji di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (31/8/2016).

Menurut Daniel, semua bahan baku rokok ada di negara ini. Tapi aneh petani Indonesia tetap miskin.

Produksi tembakau petani Indonesia saat ini sekitar 225,6 ribu ton, dan masih kekurangan 175 ribu ton tembakau dan itu diatasi dengan impor. “Selain itu, industri rokok menyerap 30,5 juta tenaga kerja. Cukai rokok yang didapat tahun 2015 sebesar Rp 139,5 triliun atau 15% dari total pajak .

Sementara itu dalam UU Tembakau yang ada masih memperbolehkan impor tembakau (20%), cengkeh (35%), dan investasi asing sebesar 30%. “Itulah yang akan FPKB nol-kan, agar petani dan pekerja sejahtera, dan Indonesia bisa mengatasi kemiskinan. Khususnya di NTT, NTB, dan Indonesia Timur lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Parmuji mengatakan, petani Indonesia masih sangat mampu untuk memproduksi tembakau sendiri, baik dari sisi lahan maupun sumber daya manusia.

“Karena itu kalangan petani sejak lama memprotes kebijakan pemerintah yang dianggap terlalu longgar terhadap impor tembakau. Yang dibutuhkan adalah kebijakan untuk melakukan intensifikasi tembakau,” katanya.

Dikatakan, untuk mengatasi impor yang semakin marak, pemerintah harus menaikkan cukai rokok tiga kali lipat yakni sampai 20 persen. Dengan demikian petani tembakau dan cengkih terlindungi.

“Saya mengharapkan DPR untuk mendukung perjuangan kami dan menyampaikan ke pemerintah agar petani rokok bisa menikmati kesejahteraan di negeri ini,” katanya. (aya)