Foto untuk : Fraksi PKB Jateng Siap Mengawal Kesejahteraan Guru Honorer

Fraksi PKB Jateng Siap Mengawal Kesejahteraan Guru Honorer

GEDUNG BERLIAN -  Forum Honorer Katagori 2 Indonesia (FHK2I) Wonosobo dan Temanggung mendatangi FPKB Jateng mengeluhkan tentang gaji para guru honorer K2 diruang fraksi lantai IV FPKB Jateng,Kamis(3/11/2016). FHK2I diterima oleh Ketua FPKB DPRD Jateng Hendri Wicaksono dan Anggota Komisi E DPRD Jateng Hasan Asy'ari.

Ketua FHK2I Wonosobo Khafid Very Hananto mengeluhkan kesejahteraan guru honorer, "Gaji yang kami terima kurang dari satu juta, sehingga kami menuntut honor disesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMP)", katanya.
Menurutnya, dengan gaji dibawah satu juta tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Anggota FPKB Jateng Hasan Asya'ari mengatakan,"Undang-undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah efektif dilaksanakan per satu januari 2017, dan kewenangan SMA/SMK beralih ke Provinsi, sehingga untuk bantuan ke sekolah terbatas untuk SMA/SMK Negeri,"katanya.

Dia mengatakan untuk guru honorer bisa dibantu melalui bansos karena karena salah satunya untuk pendidikan. Dan bansos pendidikan pun dibatasi hanya yang mengajukan saja.

"Anggaran bansos untuk tahun 2017 diperkirakan naik dari 40 milyar menjadi 350 milyar," katanya yang juga menjabat sebagai sekertaris komisi E DPRD Jateng.
Untuk mengajukan bansos pendidikan tersebut guru honorer K2 harus sudah terdaftar di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masing-masing Kab/Kota." untuk itu kita juga meminta daftar guru honorer K2 yang sudah terdaftar di BKD untuk bisa diperjuangkan,"imbuhnya.

Sementara, Ketua FPKB Jateng Hendri Wicaksono mengatakan  mendukung adanya kesejateraan guru honorer," kami mendukung dan akan mendorong ke eksekutif agar gaji guru honorer K2 disesuaikan dengan dengan UMK setempat," katanya.
Ia juga mendorong agar bantuan pendidikan nantinya bisa diberikan merata kepada seluruh guru honorer di Jateng.