Foto untuk : Grebeg Sudiro Ramaikan Tahun Baru Di Kota Solo

Grebeg Sudiro Ramaikan Tahun Baru Di Kota Solo

Solo - Kata grebeg dalam bahasa Jawa kerap digunakan untuk menyambut hari-hari khusus, seperti kelahiran Nabi Muhammad SAW, Syawal, Idul Adha dan Suro.

Seperti perayaan lainnya di Kota Solo, Grebeg Sudiro pun ditandai dengan perebutan makanan dari gunungan. Tradisi rebutan didasari oleh falsafah jawa berbunyi ora babah ora mamah yang memiliki arti jika tidak berusaha maka tidak makan. Sedangkan bentuk gunung memiliki filosofi bahwa masyarakat Jawa senantiasa bersyukur pada Sang Pencipta.

Masyarakat Tionghoa-Jawa di Kota Solo merayakan Tahun Baru Imlek setiap tahunnya yang disebut Grebeg Sudiro. Acara tersebut digelar pada 31 Januari-8 Februari 2016 bertempat di Kawasan Pasar Gede, Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, seperti yang dikutip dari Wonderful Indonesia, Selasa (29/12/2105).

Di sana, Anda dapat menikmati kesenian barongsai, tarian, pakaian tradisional, adat keraton juga kesenian kontemporer yang digelar di sepanjang Jalan Sudiroprajan.

Atraksi paling menarik dari Grebeg Sudiro adalah arak-arakan gunungan yang disusun dari ribuan kue ranjang, yaitu kue khas orang Tionghoa saat menyambut Imlek. Gunungan akan diarak di sekitar Kawasan Sudiroprajan, diikuti pawai dan kesenian Tionghoa serta Jawa. Arak-arakan tersebut akan berhenti di depan Klenteng Tien Kok Sie, di depan Pasar Gede.

Akhir dari perayaan ini ditandai dengan nyalanya lentera atau lampion berbentuk teko yang digantung di atas gerbang Pasar Gede. Penyalaan lampion juga dilakukan di tempat lainnya di kota tersebut.