Foto untuk : Gus Alam Gandeng Kiai dan Ulama NU Kendal Sosialisasikan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara

Gus Alam Gandeng Kiai dan Ulama NU Kendal Sosialisasikan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara

Kendal -  Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) memiliki berbagai metode untuk menyosialisasikan Empat Pilar MPR yaitu Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan RI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Salah satu metode itu adalah menggandeng para Kiai dan Ulama NU yang memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pemahaman kepada masyarakat secara luas.

Anggota MPR RI dari Pertai Kebangkitan Bangsa, H. Alamudin Dimyati Rois melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar bertempat di Aula Pondok Pesantren AlFadllu 2 Kec. Brangsong Kab. Kendal bersama para Kiai dan Ulama NU di Kabupaten Kendal (1/10/2017).

Gus Alam sapaan akrabnya menuturkan sosok Kiai dan Ulama bagi Bangsa Indonesia adalah pahlawan tanpa tanda jasa, mengabdi tanpa mengharapkan imbalan apapun, dan di tengah maraknya isu PKI dan berbagai hal yang memicu perpecahan memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pemahaman Empat Pilar MPR RI.

"Kiai dan Ulama peranannya sangatlah penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara,  karena beliau-beliau ini yang mengayomi ummat, mampu mendinginkan suasana di tengah maraknya isu PKI dan berbagai hal yang memicu perpecahan" kata Alam.

Lebih lanjut Gus Alam mengatakan, pendidikan yang dilakukan Kiai dan Ulama telah menjadikan karakter, kebangsaan, patriotisme, dan nasionalisme masyarakat.

Namun demikian, negara sepertinya belum hadir untuk menjaga dan mengembangkan sarana dan prasaran dalam melakukan pendidikan di tengah-tengah masyarakat, seperti Madrasah  Diniyyah, Majlis Taklim dan forum-forum kajian lain yang sudah sejak dulu berkembang dan terbukti memberikan sumbangsih dalam pembangunan karakter negeri ini. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Makmun, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendal yang hadir dalam acara Sosialisasi.

"Kiai dan Ulama sedah demikian besar peranannya untuk Negara, akan tetepi Negara sepertinya belum hadir untuk menjaga dan mengembangkan sarana dan prasaran dalam melakukan pendidikan di tengah-tengah masyarakat, seperti Madrasah  Diniyyah, Majlis Taklim dan forum-forum kajian lain yang sudah sejak dulu berkembang dan terbukti memberikan sumbangsih dalam pembangunan karakter negeridalam forum tersebut, bahkan beberapa bulan lalu DPRD Kabupaten Kendal telah menginisiasi Perda untuk menunjang kegiatan yang pendidikan tersebut, akan tetapi tidak disahkan oleh Gubernur Jawa Tengah." ujar Makmun. SN99