Foto untuk : Gus Dur, Pangeran Benowo & Kebingungan H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud

Gus Dur, Pangeran Benowo & Kebingungan H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud

BeritaPKBJateng - Pangeran Benawa, di daerah Kendal lebih dikenal dengan Sunan Abinowo, adalah putera Hadiwijaya atau Jaka Tingkir, raja pertama Pajang (1549-1582). Ia adalah raja Pajang ketiga (1586-1587) setelah menggantikan Arya Pangiri (1582-1586) yang merupakan kakak iparnya. Ketika Pajang di bawah kekuasaan Arya Pangiri, Benawa berkuasa di Jipang Panolan sebagai Adipati. Sumber-sumber Babad dan sejarah lisan menyebutkan, Benawa bersekutu dengan Sutawijaya, adipati Mataram, untuk merebut kekuasaan dari Arya Pangiri. Persekutuan (Jipang-Mataram) itu berhasil. Arya Pangiri kembali ke Demak, sebagai Adipati. Benawa menawarkan takhta Pajang kepada Sutawijaya. Tapi ditolak. Kurang lebih setahun Benawa memegang tampuk kekuasaan Pajang.  

Sutawijaya mengawali cikal-bakal Mataram (1587-1601) yang merupakan pemula dari empat kerajaan Jawa di abad-abad setelahnya. Bagaimana dengan Benawa ?. Dalam salah-satu versi Babad dan sejarah lisan, disebutkan Sutawijaya memilih menjauhi takhta dan menjadi seorang alim, bergerak jauh ke arah barat berdiam di gunung Parakan (?). Versi lainnya, Benowo disebut meninggal tahun 1587. 

Di mana itu Parakan? Duo sejarawan besar H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud, yang paling berani menggunakan sumber Babad, kesulitan memastikan letak geografis Parakan. Sepertinya dia cenderung merujuk ke desa Parakan di daerah Kedu, Temanggung. Dia tidak berani memastikan letak pasti Parakan. Saat ini masih banyak versi, titik akhir dari kediaman Benawa. Ada yang meyakini di daerah Pemalang, di pihak lain menyebut ada di Parakan Temanggung. Versi lain juga menyebut ada di daerah Pati dan Tegal. Setidaknya ada enam versi. 

Sementara tradisi lokal di Kendal, di desa Pakuncen secara turun temurun setiap Syawal rakyat mengadakan haul Pangeran Benowo. Dusun Pekuncen di  Kendal diyakini sebagai tempat dimakamkannya Pangeran Benowo. Istilah Pekuncen sendiri merujuk pada konsep desa Perdikan Kuncen, yaitu desa yang memiliki kedudukan khusus dalam tata kerajaan Jawa. Pekuncen adalah desa tempat di makamkannya orang suci atau pemuka rakyat (bangsawan) yang memiliki daya kuasa lebih. Dari toponimi Pekuncen, cukup sahih dasar keyakinan keberadaan makam Pangeran Benawa. Meskipun di sejumlah versi disebut toponimi Parakan. 

Sayang H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud, tidak memanfaatkan peta abad ke-18 untuk menentukan letak Parakan sebagai keberadaan makam Benawa.   Sehingga tidak bisa memastikan bahwa makam itu ada di Pekuncen Kendal. Meskipun masih tergolong anyar (1853), peta dengan judul "Kaart van de residentie Samarang", memberikan informasi keberadaan toponimi Parakan. Di peta itu, Parakan berada di samping Pekuncen. Sebuah dusun yang saat ini ada wilayah di Pegandon, Kendal. Dipertemukan dengan berbagai versi, dengan toponomi Parakan sebagai titik ikat, tradisi lokal sebagai jejaknya, maka perkiraan bahwa Pekuncen sebagai tempat Pangeran Benawa memiliki posisi yang kokok. Seandanya de Graaf dan Pigeaud memeriksa Kaart van de residentie Samarang, pasti akan menyimpulkan dengan pasti bahwa akhir dari pergerakan diri Benawa berada di Pekuncen Kendal.

Pangeran Benawa inilah yang dalam silsilah keluarga Gus Dur dan banyak orang terkemuka di Jawa lainnya, dinisbahkan sebagai leluhurnya.  

Salam Taklim.