Foto untuk : Gus Yaqut, Sang Panglima Tertinggi Banser NU Penjaga Keutuhan NKRI

Gus Yaqut, Sang Panglima Tertinggi Banser NU Penjaga Keutuhan NKRI

PKB News, Semarang - Gus Yaqut adalah nama panggilan dari Haji Yaqut Cholil Qoumas, yang saat ini Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor dan Panglima Tertinggi Banser NU.

Gus Yaqut putera dari tokoh NU dari Rembang, KH Cholil Bisri dan keponakan KH Mustofa Bisri—yang biasa disapa Gus Mus. Gus Yaqut cucu dari KH Bisri Mustofa dari Rembang, penulis tafsir Al-Quran yang fenomenal “Al-Ibriz” dan beberapa karya lainnya, serta Pendiri Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang.

Adik dari Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, ini lahir di Rembang, 04 Januari 1975.

Sebelum menjabat sebagai Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut dikenal sebagai tokoh muda NU Rembang. Lulus dari SDN Kutoharjo (1981 – 1987), Gus Yaqut lantas melanjutkan pendidikannya ke SMPN II Rembang (1987 – 1990) lalu meneruskan pendidikannya ke SMAN II Rembang (1990 – 1993) dan Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Selama di Universitas Indonesia, Gus Yaqut pernah menjadi Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Depok tahun 1997-1999.

Gus Yaqut adalah politisi muda, pernah menjabat sebagai Ketua DPC PKB Rembang (2001-2015) dan menjadi anggota DPRD Rembang (2004-2005) hingga ia terpilih sebagai Wakil Bupati Rembang (2005-2010). Gus Yaqut mendirikan Radio Mata Air FM, radio swasta di Rembang dengan frekuensi 101,5 FM.

Sebelum terpilih menjadi Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut menjabat salah satu ketua GP Ansor (2011-2016). Pada Kongres GP Ansor XV yang digelar di Pondok Pesantren Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Gus Yaqut terpilih secara aklamasi menjadi ketum GP Ansor periode 2015-2020 menggantikan Nusron Wahid. Dia mendapat dukungan mayoritas pengurus cabang dan wilayah GP Ansor di seluruh Indonesia.

Pada 27 Januari 2015, Yaqut Cholil Qoumas dilantik menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari PKB.

Menurut Penulis di Media Sosial, Denny Siregar “Gus Yaqut berada pada waktu dan tempat yang tepat memimpin GP Ansor ketika negara sangat membutuhkan kehadiran mereka”. Denny Siregar juga terkesan dengan kepribadian Gus Yaqut yang menurutnya “sangat ramah dan humoris di balik pedas dan tegas statemennya saat berhadapan dengan ormas radikal.”

Pengakuan terhadap ketokohan Gus Yaqut tidak hanya diakui oleh kalangan Nahdliyin saja, tokoh muda Muhammadiyah:Jeffrie Geovanie mengatakan Gus Yaqut adalah sosok yang fenomenal. Menurut Jeffrie yang juga Pendiri Maarif Institute, ”Yang paling menonjol adalah kegigihannya dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan yang disebutnya para pengkhianat bangsa.”

Bagi Jeffrie “Untuk saat ini, Gus Yaqut bisa dikatakan menjadi salah satu politisi paling depan dalam menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan orang-orang yang ingin memecah belah bangsa dengan berbagai cara.” Dan, “Saya merasa beruntung bisa bersahabat dengan tokoh muda NU ini.” Katanya (GusYaqut.Id)