Foto untuk : Gus Yusuf : PKB Jateng 2018 Tancap Gas

Gus Yusuf : PKB Jateng 2018 Tancap Gas

Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, mengatakan basis massa PKB di Jawa Tengah mengkhawatirkan, pertumbuhannya kurang signifikan.
 
"Peta Jateng sebenarnya mengkhawatirkan. Kalau lagi kumpul begini seolah-olah semuanya besar, tapi kalau kita buka peta sesungguhnya, jumlah penambahan kekuatan kita hanya ditentukan oleh jumlah kelahiran anak-anak kita," kata pria yang akrab disapa Cak Imin di Hari Lahir ke-18 PKB tingkat Provinsi Jawa Tengah di Hotel Patrajasa, Semarang, Minggu (31/7/2016) malam.
 
DPW PKB Jateng harus menjadikan ini tantangan menghadapi Pemilu 2019. Ia menginstruksikan untuk 'menghijaukan' Jateng, menambah jumlah perolehan suara, dan mengeruk suara partai lain pindah ke PKB.
 
"PKB harus melakukan evaluasi, sebab kalau kita lihat peta dukungan di Jateng ini 'prentil-prentil' (menyebar). Jateng di 2019 minimal harus separuh merah separuh hijau. Sebab Jateng adalah pertaruhan, Jatim pertahanan, dan Jabar adalah tantangan," kata Cak Imin.
 
Hadir Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sanjoyo, para anggota DPR RI Dapil Jateng, Dewan Syuro PKB Jateng KH Munif Zuhri, pengurus PWNU Jateng beserta badan otonomnya.
 
Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Khudlori, mengatakan tahun ini PKB sedang membenahi struktur sampai tingkat PAC atau kecamatan hingga ranting atau desa atau kelurahan. Ia menargetkan pembenahan struktur pada Desember 2016 sudah tuntas. Masih ada 15 persen yang masih dilakukan restrukturisasi sampai sejauh ini.
 
"Tahun berikutnya tinggal tancap gas. Kalau struktur sudah tertata, ibarat mesin sudah hidup, kita optimistis di 2018 (Pilgub Jateng) dan 2019 (Pemilu legislatif) bisa memperoleh hasil maksimal," janji dia.