Foto untuk : Gus Yusuf ; Selain Perpu, Kekerasan Seksual Perlu Diurai Akar Permasalahannya

Gus Yusuf ; Selain Perpu, Kekerasan Seksual Perlu Diurai Akar Permasalahannya

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chuldori (tengah) saat membuka Diskusi Publik Antisipasi Dan Solusi Mengatasi Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dan Perempuan yang diselenggarakan DPW Perempuan Bangsa Jawa Tengah di Ruang Banggar DPRD Jawa Tengah, Sabtu (4/6). (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

Maraknya kasus kekerasan seksual yang banyak terkuak saat ini perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Namun jika dilihat lebih seksama lagi masih banyak kasus-kasus serupa di beberapa daerah.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chuldori yang akrab disapa Gus Yusuf mengatakan dengan banyaknya kasus kekerasan seksual kepada perempuan dan anak membuat pemerintah merespon dengan mengeluarkan Perpu karena dianggap bahwa kekerasan seksual merupakan kejahatan luar bisa. “Tapi apakah cuma cukup dengan Perpu selesai tentu tidak. Perpu bisa jadi tanggung jawab pemerintah menjadi hulu setiap persoalan. Tetapi hilir sumber-sumber kekerasan itu juga harus diurai,” katanya saat membuka Diskusi Publik Antisipasi Dan Solusi Mengatasi Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dan Perempuan yang diselenggarakan DPW Perempuan Bangsa Jawa Tengah di Ruang Banggar DPRD Jawa Tengah, Sabtu (4/6).

Gus Yusuf sepakat kekerasan perempuan dan anak harus dihentikan mulai dari bentuk kekerasan dalam pemikiran karena melalui pemikiran hal-hal kekerasan bisa muncul salah satunya pengaruh teknologi yang sangat luar biasa. “Narkoba itu sangat berbahaya tapi lebih berbahaya lagi menurut Saya pengaruh dari konten pornografi,” imbuhnya.

Untuk menangkal pengaruh buruk tersebut, Gus Yusuf menjelaskan keluarga merupakan benteng utama melindungi generasi muda dan kaum perempuan terhadap kekerasan. Sehingga mengimbau terutama di keluarga besar NU dan PKB untuk mengembalikan anak-anak ke pesantren. Karena menurutnya pesantren solusi menyelamatkan generasi muda. “Karena di sana anak-anak akan terkontrol 24 jam dari pengaruh luar yang negatif,” jelasnya.

Sementara itu Siti Rosidah, Ketua DPW Perempuan Bangsa Jawa Tengah, menambahkan DPW Perempuan bangsa dalam hal ini akan melakukan kerja-kerja strategis untuk mencari pemikiran dan solusi antara lain sosialisasi antisiapasi kekerasan seksual, mengajak masyarakat berani melaporkan kasus kekerasan yang ditemui dan membangun gerakan keluarga religius. (Cun Cahya/CN38/SM Network)