Foto untuk : Gus Yusuf, Medsos Bukan Untuk Memecah Belah

Gus Yusuf, Medsos Bukan Untuk Memecah Belah

Magelang - Keberadaan media sosial (medsos), saat ini, tidak lagi sebagai anugerah, tetapi sebagai musibah. "Pasalnya, isi yang terkandung dlam medsos itu saling hujat, mencaci, dan saling menjelekkan," kata KH Yusuf Chudlori yang akrab dipanggil Gus Yusuf.

"Medsos sebenarnya anugerah kalau dimanfaatkan dengan baik, tetapi medsos juga bisa menjadi musibah ketika tidak dikelola dengan baik," katanya usai acara Haul ke7 Gus Dur di Pesantren "Entepreneur" API Tempuran, Kabupaten Magelang, kamis (29/12/2016).

Menurut dia, medsos sekarang penuh dengan sampah caci maki dan saling hujat. Maka, dalam kegiatan dengan tema Zuhud Sosial Media "Temu Fisik untuk Kesehatan Medsos" ini, pihaknya mengingatkan, untuk memanfaatkan anugerah Tuhan ini untuk merekatkan, bukan untuk memecah belah. 

"Zuhud artinya menahan diri, jadi kita bermain medsos oke, tetapi tetap dengan pikiran waras dan kontrol diri," katanya.

Gus Yusuf mengatakan, melalui kegiatan ini, pihaknya mengajak masyarakat untuk kembalikan semangat Gus Dur. Gus Dur sudah meninggal tetapi semangatnya, spiritnya tetap hidup. Dia menuturkan, Gus Dur banyak meninggalkan jejak dan kontribusi yang luar biasa bagi republik ini, terutama soal kemanusiaan dan harmonisasi antaragama.

"Indonesia yang sedang mengalami beberapa persoalan yang mengusik tentang kebhinnekaan, orang pasti akan teringat Gus Dur," katanya. Kata Gus Yusuf, ketika ada minoritas yang terpinggirkan pasti orang teringat Gus Dur, karena Gus Dur tokoh yang berani pasang badan untuk membela kaum minoritas.

Ia mengatakan dalam haul ini diwujudkan dalam pentas seni, karena Gus Dur itu merefleksikan semua orang. "Para ulama, budayawan senang Gus Dur, petani juga merasa dilindungi Gus Dur, maka semua berhak mengekpresikan kecintaan pada Gus Dur dengan bahasa sendiri-sendiri," katanya.

Para santri di Tegalrejo, katanya, melakukan khataman Alquran dan para budayawan di sini mengekspresikan cinta Gus Dur dengan bahasa budaya. Pada haul tersebut juga dihadiri oleh menteri tenaga kerja Hanif Dhakiri dan diisi dengan pentas seni, antara lain dengan pertunjukan musik Jodho Kemil, musik Rizal Bay Khaqi dari Yogyakarta, Endah Laras dari Solo, dan penampilan sejumlah sanggar seni dari Kabupaten Magelang.(agus)