Foto untuk : Hindari TKA Ilegal, Pengawasan Perlu Diperketat

Hindari TKA Ilegal, Pengawasan Perlu Diperketat

Boyolali - Beredar kabar mengenai masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal menjadi perhatian khusus dari Komisi A DPRD Jateng. Kalangan dewan meminta adanya pengawasan ketat untuk mengantisipasi masuknya TKA ilegal di wilayah provinsi.

Sebagai salah satu kabupaten yang paling strategis di Jateng, Boyolali merupakan daerah yang memiliki banyak perusahaan mempekerjakan tenaga asing. Untuk itu, perlu adanya pengawasan intensif kepada para tenaga kerja asing agar tidak menimbulkan isu-isu yang kurang baik.

"Pengawasan terhadap orang asing dan TKA itu harus diperketat terutama oleh dinas terkait sehingga semua bisa terdata dan termonitor oleh Pemerintah Kabupaten agar tidak terjadi konflik sosial dan menimbulkan diskriminasi terhadap pekerja disini," ungkap Wakil Ketua Komisi A DPRD Jateng Fuad Hidayat, Selasa (10/1/2017).

Komisi A juga berharap adanya pembentukan tim pengawasan khusus untuk mendata TKA tersebut. Selain itu, adanya sinkronisasi data antara dinas terkait seperti Kesbangpol, Imigrasi, dan Bapermasdukcapil agar fungsi koordinasi, pengawasan dan tindakan menjamin keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinsnakertrans Kabupaten Boyolali Joko Santoso mengatakan monitoring makin intens dilakukan terhadap TKA. Setiap bulan, kata dia, data tersebut pasti di update. Secara administratif, TKA sudah memenuhi ketentuan persyaratan keahlian untuk bekerja di Indonesia.

"Sejauh ini, dari data yang kami himpun sampai 31 Desember 2016, ada 121 orang TKA yang terbagi 94 orang pria dan 27 orang wanita. Menurut laporan yang diterima, TKA tersebut semuanya adalah legal," kata Joko.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Adi Purwanto, menjelaskan pula data yang dihimpun setiap harinya selalu berubah. Karena, data TKA itu merupakan data yang fluktuatif dan dinamis sehingga bisa berubah setiap harinya. (amin/ariel)