Foto untuk : Hj. Siti Rosidah; Keadilan Absolut Untuk Perempuan

Hj. Siti Rosidah; Keadilan Absolut Untuk Perempuan

H. Siti Rosidah, yang akrab di sapa “Kak Ros” memiliki perhatian khusus terhadap segala permasalahan yang dihadapi oleh perempuan, menurutnya  ”Hingga saat ini perempuan masih rawan menjadi objek dari ketidak adilan gender. Karena kelemah lembutannya,  seorang Perempuan kerap dipandang sebelah mata dan sering dipersepsikan sebagai kaum lemah dan cenderung dianggap tak bisa berbuat apa- apa. Padahal dengan sifat feminim dan keibuannya tersebut justru menjadikan perempuan memiliki potensi yang setrategis untuk masuk ke ruang publik secara lebih flexibel dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

H j. Siti Rosidah lahir di Cilacap pada tanggal 13 Juli 1974 ini, mengenyam pendidikan dasar di SDN Planjan IV Kesugihan Cilacap, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Muallimin Sirau Kemranjen Banyumas, Madrasah Aliyah ( MA ) Al- Qur ‘an Kroya Cilacap dan berlanjut hingga ke jenjang pendidikan tinggi ke Universitas Sains Al – Qur’an (UNSIQ) Wonosobo. Politisi Perempuan dari Partai Kebangkitan  Bangsa ini juga aktif dalam berbagai organisasi diantarannya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah tahun 2006 – 2011, Pengurus  PW Muslimat Jawa Tengah  Bidang Organisasi tahun 2011 – 2016, Pengurus  PW Muslimat Jawa Tengah  Bidang Ekonomi dan Agro Bisnis tahun 2016 – 2021. Adapun dalam struktur partai Hj. Siti Rosidah menjabat sebagai Bendahara DPW PKB Jawa Tengah tahun  2012 – 2017, dan Ketua DPW Perempuan Bangsa Jawa tengah tahun  2012 - 2017.

Sebagai anggota  Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Siti Rosidah siap berupaya dan berjuang  untuk merubah stigma negatif bagi perempuan dari objek diskriminasi. Perempuan menjadi Motor penggerak, pejuang  yang cerdas dan tangguh yang dapat berdampingan serta berkompetisi dengan kaum pria,”.

Bagi Hj.Siti Rosidah PKB juga salah satu partai yang sangat terbuka bagi kalangan perempuan bahkan sebelum diberlakukannya keterwakilan perempuan di parlemen 30 persen PKB–lah yang pertama melakukan hal itu.

Oleh karenanya perjuangan keras dengan semangat seperti halnya Kartini harus tetap berkobar dalam diri setiap perempuan Indonesia. Terlebih dalam era keterbukaan saat ini jelas peluang bagi perempuan untuk aktif mengambil peran–peran penting dan potensial dalam berbagai bidang semakin besar dan cemerlang.