Foto untuk : Imam Nahrawi, Ihya Mengajarkan Supaya Amanah dan Jujur

Imam Nahrawi, Ihya Mengajarkan Supaya Amanah dan Jujur

Magelang - Memasuki Tahap Tiga Magelang Zona II Jawa Tengah, Lomba Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) Ihya' Ulumaddin diselenggarakan di Pondok Enterpreneur, Tempuran, Magelang, jumat (8/4/2016).

Di Jawa Tengah, lomba MKK sudah dilaksana sebanyak tiga tahap dari empat tahap penyisihan. Tahap ketiga berlokasi di Magelang Zona II Jawa Tengah meliputi karisidenan Kedu dan Solo Raya, yang diikuti 74 peserta dari 11 kabupaten/ kota. Sedangkan untuk tahap empat akan dilaksanakan besok, sabtu (9/4/2016) di Pondok Pesantren Al Hikmah II, Brebes Zona III Jawa Tengah.

PKB menyelenggarakan lomba MKK tersebut dengan maksud tiada lain adalah upaya untuk memberikan tambahan motifasi santri untuk mengkaji kitab warisan Ulama terdahulu. Karena bagaimanapun juga PKB yg lahir dari pesantren, Kia, NU, berkewajiban untuk menjaga khazanah keilmuan.

KH. Said Asrori menyampaikan pentingnya mengkaji kitab kuning karya Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghozali, yang hidup di zaman ketika ilmu Islam berkembang sangat pesat, sehingga terjadi pergolakan, perdebatan yg luar biasa, hampir seluruh ilmu dan permasalahan dibahas dan tulis dalam kitab Ihya'.

"Dalam kitab ihya' komplit berisi fiqih dan tasawuf, dengan ilham Allah, Imam Ghozali yg mampu menyatukan perdebatan antara fiqih, tasawuf, dan menyatukan berbagai macam disiplin ilmu sehingga menjadi jawaban dari perdebatan-perdebatan antara ulama-ulama waktu itu, semoga MKK ini menjadi awal momentum kebangkitan keilmuan Islam, apalagi yg menyelenggaran adalah PKB. Apalagi Asas pancasila di Indonesia juga ditetapkan dengan landasan yg bersumber dari Ihya", tegas Kyai Asrori.

Disamping dihadiri oleh Muspida Magelang, beberapa anggora DPRD Fraksi PKB, yang dipantau langsung oleh ketua DPW PKB Jawa Tengah KH. M Yusuf Chudlori, Menpora Imam Nahrawi juga sempat hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya Imam Nahrawi menyampaikan, banyak hal yang kita bisa ambil ilmunya dalam kitab Ihya' Ulumuddin bahkan dalam dunia sepak bola sekalipun.

"Di dalam Ihya' mengajarkan kesesuaian antara keinginan hati, kehendak dan tindakan itu sangat mungkin untuk mencapai tujuan tersebut"

"Bola indonesia juga sebenarnya merupakan potensi besar, asalkan yg mengemban dijalankan dengan jujur dan amanah. ini adalah ajaran Imam ghozali dalam Ihya"

"Akan tetapi ini sedang kita coba urai perlahan, sampai ketemu penyakitnya, sehingga bisa sehat kembali, saya berani menuntaskan urusan bola ini, karena saya NU, orang NU dilindungi bola bumi, di kelilingi bintang-bintang, ini merupakan kekuatan yang luar biasa"

"Liga santri juga akan kita adakan lagi, karena yang kemarin tahun 2015, sungguh luar biasa, pelatih-pelatih yang waktu itu saya undang terkagum-kagum dengan kelihaian santri, dengan tehnik yang diperagakan, kok bisa santri seperti itu, padahal pemerintah gak ngasih bantuan pembinaan", kata Imam Nahrawi.