Foto untuk : Inilah Tuntutan Pedas Gemasaba Kepada Pemerintah

Inilah Tuntutan Pedas Gemasaba Kepada Pemerintah

Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasisawa Satu Bangsa (Dpn Gemasaba) mengadakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang dihadiri oleh 34 Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Dpw Gemasaba). 

Mukernas Gemasaba ini digelar di Hotel Marcopolo Jakarta 3-5 Febuari 2017. Mukernas ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Bapak Muhaimin Iskandar di Kantor DPP PKB.
Dalam sambutannya Muhaimin Iskandar berpesan kepada seluruh Kader Gemasaba agar selalu tanggap dalam menyikapi persoalan yang ada di publik karena Gemasaba yang notabenya diisi anak muda memiliki banyak ide-ide kreatif yang membangun bangsa ini.

Setelah tiga hari melakukan Musyawarah Kerja, Gemasaba mengeluarkan 6 butir rekomendasi. Salah satu yang menjadi sorotan pada Mukernas Gemasaba ini adalah terkait pelecehan dan penyadapan terhadap Kyai Ma’ruf Amin yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pengacaranya yang diungkapkan sewaktu sidang Ahok terkait kasus penistaan Agama.

Berikut bunyi keseluruhan 6 butir rekomensai eksternal Gemasaba:
Mendesak KAPOLRI untuk segera menangkap dan memenjarakan Ahok dan Pengacaranya yang telah melakukan penyadapan illegal terhadap Kiai Ma’ruf Amin berdasarkan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang penyadapan illegal dan Pasal 31 UU ITE. 

Gemasaba menuntut agar  Ahok segera meminta maaf dengan cara merangkak ke PBNU kerena telah menghina Rois Amm PBNU KH. Ma’ruf Amin

Melawan segala macam bentuk otoritarianisme Pemerintah yang Mengekang nalar kritis mahasiswa, aktifis, dan rakyat dengan penggunaan Undang-undang pasal Makar.

Mengultimatum  Pemerintah agar segera mempercepat pemerataan Ekonomi dan juga mempercepat pembangunan Infrastruktur di daerah-daerah tertinggal dan perbatasan.

Mendesak Pemerintah untuk menghentikan POLITIK PENCITRAAN dan POLITIK BADUT.

Bila rekomendasi ini tidak ditindaklanjuti paling lambat satu minggu, maka Gemasaba akan melaksanakan aksi serentak seluruh Indonesia.

Dalam mengakhiri Mukernas Gemasaba ini Ketua steering committee (Sc) Robitul Umam menyampaikan bahwa Gemasaba harus tetap konsisten menjaga tradisi nalar kritis khas Mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat Indonesia.

Dikirim oleh. Ipunk Brother.
Dipublish oleh. Muhri Andika.