Foto untuk : Kali Kendal Dan Rekayasa Banjir Jaman Kolonial

Kali Kendal Dan Rekayasa Banjir Jaman Kolonial

BeritaPKBJateng - Dulu, kali Blorong bermuara di Bandengan: Muara Kendal. Muara Kali Blorong di Bandengan inilah yang konon menjadi salah satu tempat pemberangkatan tentara Mataram ketika menyerang Batavia tahun 1629. Sudah lazim sebuah kota pedalaman  muncul di tepi sungai yang cukup besar di mana kapal dapat bersandar sampai daerah pedalaman . Kali Kendal atau Kali Blorong dengan badan sungai yang cukup besar, waktu itu memungkinkan kapal-kapal ukuran tertentu yang beraktifitas di laut Jawa, bisa masuk hingga pusat Kota Kendal. Itu karena jaringan sungai Kendal/Blorong memungkinkan Kendal menjadi pusat Kota.

Namun, kemudian terjadi perubahan lingkungan. Muncul ancaman banjir di Kendal,  akibat daerah atas mengalami perubahan lanskap. Pasca Perang Dipinegoro (1825-1830) perkebunan banyak di buka di daerah atas. Banjir mengancam kota Kendal. Kali Blorong yang awalnya menjadi urat nadi perekonomian yang menghubungkan Laut Jawa dengan pedalaman Kendal, di musim penghujan kini harus ketambahan debit air yang selalu mengancam daerah bawah dan mengganggu ekologi kota Kendal. .

Sejak awal tahun 1900, untuk menanggulangi banjir, dilakukan rekayasa Sungai Blorong. Dari Kedung Pengilon memasuki desa Ngampel, alur sungai Blorong dialirkan/dibelokkan ke kanan melewati sebelah barat dusun Sudimoro, ke dusun Kampir, lewat Tosari selanjutnya ke Tapang hingga ke laut Jawa. Dengan demikian, sungai Blorong tdk melewati pusat kota Kendal, seperti saat ini.

Sebelumnya, alur sungai Blorong dari dusun Welang ke arah Sudimoro, berbelok ke barat ( samping pasar Talang Ngampel), selanjutnya berbelok ke utara  membelah desa Ngampel dan desa Kebun Agung, arus mengalir ke utara sampai ke muara sungai di Bandengan lewat Kota Kendal (depan masjid Kendal). Muara sungai Bandengan inilah yang di tahun 1649 pernah menjadi pelabuhan Kendal, titik pemberangkatan tentara Mataram.  

Kendal yang sejak abad ke-16 pernah tumbuh dari Peradaban Sungai Blorong, sebagai jaringan peradaban maritim, di awal abad ke-20, dijauhkan dari peradaban Sungai Blorong. Saat ini terlalu jauh untuk mencari keterkaitan kota Kendal dengan dunia Sungai, terlebih jaringan maritim. Kecuali Kendal sekedar sebagai Kota yang berfungsi administratif.

Salam Taklim.