Foto untuk : Marwan Jafar, mengatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak berhasil membawa perubahan yang signifikan di wilayahnya.

Marwan Jafar, mengatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak berhasil membawa perubahan yang signifikan di wilayahnya.

PKB News, Jakarta - Politikus PKB yang juga calon gubernur Jateng, Marwan Jafar, mengatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak berhasil membawa perubahan yang signifikan di wilayahnya. Marwan mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Tengah merupakan provinsi besar yang tertinggal dan menduduki peringkat kedua provinsi dengan masyarakat miskin.

"Jawa Tengah ini provinsi tertinggal dibandingkan Jawa Barat, dibandingkan Jawa Timur, apalagi DKI Jakarta tidak usah dibandingkan. Dan Jawa Tengah, angka kemiskinannya nomor 2 se-Indonesia," kata Marwan ketika ditemui di acara open house Halalbihalal Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).

Marwan berpendapat Jawa Tengah butuh perubahan di seluruh sendi kehidupan masyarakatnya. Kembali mengutip data BPS, Marwan menyebut angka pengangguran di Jawa Tengah malah meningkat.

"Memang Jawa Tengah butuh perubahan yang sangat mendasar pada semua level. Karena memang kalau anda ke Jawa Tengah, Semarang, itu tidak ada perubahan apapun. Gitu-gitu saja, termasuk (di bawah kepemimpinan Ganjar)," ucap Marwan.

"Tidak ada perubahan yabg signifikan di Jawa Tengah. Bahkan angka pengangguran , berdasarkan BPS, pada level naik bukan pada level turun," imbuh dia.

Mantan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDT) itu diusung PKB sebagai kandidat cagub dari PKB di Pilgub 2018. Marwan mengaku saat ini sedang 'cek ombak' untuk mengetahui bagaimana respons masyarakat terhadap dirinya.

"Saya sedang melakukan check sound, mendengar aspirasi masyarakat Jawa Tengah, bagaimana persepsi dan harapan masyarakat Jawa Tengah terhadap saya. Kalau memang hasil check soundnya saya mendapat respon positif, tentu kita akan melakukan langkah-langkah politik dan komunikasi politik dengan partai-partai yang ada di Jawa Tengah," jelas dia.

Marwan juga menyebut mesin partainya sudah bekerja menjalin komunikasi dengan partai lainnya untuk Pilgub 2018. "Meskipun sekarang juga komunikasi dengan partai-partai di Jateng sudah kita mulai baik di level DPC, DPW dan DPP," ujar Marwan.

Marwan mengaku tidak punya duit untuk berkampanye. Marwan menyebut duit pencalonannya sebagai cagub Jateng pun berasal dari iuran teman-temannya. 

"Jadi itu teman-teman pada urunan. Saya tidak punya duit," katany sambil tertawa.

Marwan hanya tertawa ketika ditanya total uang iuran dari teman-temannya untuk dana pemenangan. "Rahasia pribadilah," ujar Marwan.

Marwan berandai-andai jika berhasil menjadi Jateng 1, dirinya tak akan mengeluarkan kebijakan yang sifatnya kontroversial. Hal itu disampaikannya ketika dimintai tanggapan prokontra pembangunan pabrik semen di Kendeng, Rembang.

"Saya mengatakan bahwa kita tidak boleh membuat kebijakan yang sifatnya kontraversial. Kalau ada kebijakan kontroversial harus kita hentikan, moratorium apalagi itu menyangkut masa depan lingkungan, anak cucu kita. Itu kan kawasan saya, dapil saya. Kemarin itu lewat dua kali, memang dari sisi lingkungan sudah tercemar airnya," ucap Marwan.