Foto untuk : Menpora Berharap Senam Islam Nusantara Menggema ke Seluruh Nusantara

Menpora Berharap Senam Islam Nusantara Menggema ke Seluruh Nusantara

Semarang - Menpora Imam Nahrawi meresmikan Senam Islam Nusantara (SIN) di lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (25/9) sore. 

Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kempora dengan PB NU Jawa Tengah serta didukung oleh BANK BRI dan Kends diikuti lebih dari 17 ribu peserta terdiri dari Ma'arif NU Kabupaten Semarang, Ma'arif NU Kabupaten Demak, Kendal dan Salatiga, Badan Otonom NU Semarang, Muslimat Fatayat IPPNU, IBNU, Ansor, Banser juga Mahasiswa Univ. Darrul Islam Ungaran, Univ. Wahid Hasyim, Mahasiswa dari Negara Irak, Thailand, Filipina dan Afganistan.

Menpora berharap launching Senam Islam Nusantara ini dapat menggema ke seluruh nusantara dan harus didengar ke seluruh Bangsa Indonesia salah satunya dapat disebatkan melalui media sosial dengan hashtag Gemakan Senam Islam Nusantara untuk Indonesia.

"Semua telah dibuktikan melalui Pagar Nusa yang notanebenya kaum santri tidak hanya olahraga tetapi mereka berprestasi di level dunia, artinya NU tidak hanya sebagai pendakwah tetapi juga motivator untuk Indonesia Sehat Lahir dan Batin dengan Olahraga," ucap Menpora didampingi Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Ibnu Hasan, Kepala Bidang Kepeloporan Tanggap Bencana dan Rawan Sosial Abdul Rafur bersama Bupati Semarang Munjirin.

Tidak hanya SIN tetapi Liga Santri Nusantara pun terus digaungkan Menpora. 

"Potensi kaum santri ma'arif dan sekolah, lainnya sangat besar jika didorong dengan baik oleh pemerintah maka akan lahir atlet-atlet hebat yang siap bertanding secara sportif, fairplay lahir batin, tidak hanya ingin menang tetapi menunjukkan etika akhlakulkarimah," tambahnya.

Bupati Semarang Munjirin pun berharap para peserta menjadi orang yang cerdas dan pintar hingga bekerja gotong royong. 

"Dengan kebersamaan semoga tercapai kesamaan harapan, mohon maaf kepada Pak Menpora apabila dalam penyambutan terdapat banyak kekurangan," ujarnya. (Iman Rahman Cahyadi/CAH)