Foto untuk : MK Menolak Gugatan Perselisihan Hasil Pilkada Kabupaten Pekalongan

MK Menolak Gugatan Perselisihan Hasil Pilkada Kabupaten Pekalongan

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (25/1), menolak permohonan gugatan Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) yang diajukan Pasangan Calon (Paslon) Nomor 1, Riswadi-Nurbalistik, peserta Pilkada Kabupaten Pekalongan. Gugatan diajukan paslon tersebut karena merasa tidak puas terhadap hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU, dan menilai ada kecurangan dari Paslon Nomor 2, Asip Kholbihi-Arini Harimurti. KPU dinyatakan sebagai termohon dan paslon nomor 2 sebagai termohon pihak terkait. Dalam putusannya, anggota majelis hakim MK, Maria Farida Indrati, membacakan pertimbangan, di antaranya berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan sebanyak 911.915 jiwa, maka permohonan tentang selisih hasil perolehan suara adalah sebanyak 1 persen. Kemudian, dalam pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Pekalongan, Paslon Nomor 1 Riswadi-Nurbalistik, selaku pemohon memperoleh suara sebanyak 247.553 suara, sedangkan Paslon Nomor 2 yakni Asip Kholbihi-Arini Harimurti, selaku termohon meraih suara 250.523 suara. Sehingga dalam perolehan suara tersebut antara pemohon dan pihak terkait memiliki selisih perolehan suara sebanyak 2.970 suara atau 1,2 persen. Dengan demikian, selisih suara melebihi batas maksimal untuk diajukan dalam permohonan gugatan di MK. ”Pemohon tidak memiliki ketentuan Pasal 158 Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2015 dan Pasal 6 PMK 15 Tahun 2015. Dengan demikian menimbang eksepsi termohon beralasan, sehingga eksepsi lain dari pemohon tidak diperhitungkan,” tandas Maria Farida Indrati dalam pembacaan amar putusan. Berdasarkan fakta tersebut, Ketua Majelis Hakim MK, Arief Hidayat, menyatakan eksepsi termohon dan pihak terkait memiliki kedudukan hukum atau legal standing, sedangkan eksepsi pemohon tidak dipertimbangkan. ”Amar putusan mengadili, menyatakan mengabulkan eksepsi termohon dan eksepsi pihak terkait dan permohonan pemohon tidak dapat diterima,” tegas Arief Hidayat. Wakil Sekretaris DPW PKB Jateng Sukirman menyatakan, PKB bersyukur pasangan yang mereka usung, Asip Kholbihi- Arini Harimurti, menang di tingkat MK. ”PKB sangat bersyukur. Sudah saya laporkan langsung ke Ketua Umum PKB Pak Muhaimin dan Gus Yusuf, selaku Ketua DPW. Kami sangat bersyukur bahwa kerja keras semua kader pada akhirnya memang menuai hasil. Bukan mustahil sebenarnya bahwa PKB bisa memenangkan pilkada jika semua kader dan pengurus kerja keras,” tandas Sukirman yang memimpin langsung pendukung Asip-Arini di MK. Dia berharap, Asip-Arini segera merangkul semua kekuatan dan potensi yang ada di Pekalongan. ”Pak Asip harus segera menemui Pak Riswadi dan Bu Nurbalistik. Juga harus segera mengajak ngobrol partai koalisi yang mengusung Riswadi, khususnya PDIP. Mandat rakyat ini harus segera dibenahi dan dijalankan, agar Kabupaten Pekalongan terus maju dan berkembang,” ujar Wakil Ketua DPRD Jateng ini. Atas nama DPP dan DPW PKB, Sukirman juga mengucapkan terima kasih kepada semua kader, relawan, pengurus di semua tingkatan dan juga para Kyai dan NU. Pada Senin (25/1), pleno Majelis Hakim Konstitusi menyidangkan 26 gugatan sengketa Pilkada. Tidak ada satu pun yang gugatan yang diterima. Di antara yang juga ditolak gugatannya itu adalah Sragen, Pemalang, dan Wonosobo. (Nur Khaerudin/SM Network)