Foto untuk : MKK Sebagai Salah Satu Sarana Mempersiapkan Kader Penerus Bangsa

MKK Sebagai Salah Satu Sarana Mempersiapkan Kader Penerus Bangsa

Brebes - Lomba Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) Ihya' Ulumuddin hari ini, sabtu (9/4/2016) diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Hikmah II Benda, Sirampog, Brebes. Dengan peserta yang mendaftar sebanyak 80 orang.

Dalam rangka MKK ini pengasuh pondok pesantren Al Hikmah II KH Sholahudin Masruri Mughni memberikan pesan agar kita melek kembali, bahwa ajaran Ulama' dan wali-wali  terdahulu memperjuangkan agama Islam. Maka dari itu kita jangan sampai menafikkannya.

"Karena itu yg membangun Islam, nusantara tidak ada kursi, adanya dingklik (kursi dalam bahasa jawa)", kata Kyai Sholah.

Sedangkan menurut ketua dewan syuro DPW PKB Jawa Tengah KH Badawi Basyir, dengan adanya lomba MKK ini diharapkan agar santri lebih siap menjadi halqoh kiai-kiai penggerak dan menjadi kader-kader yang handal untuk penerus di masa yang akan datang.

"Untuk lomba MKK saya kawal khusus, karena saya pengen melihat wajah-wajah calon dewan syuro 20 tahun yg akan datang." 

"PKB yang hari ini mengumpulkan santri-santri untuk berlomba, dulu para kianya, atau bapak-bapak mereka itu berkumpul dalam satu majelis untuk rembukan babakan agama, bangsa, dan negara ini."

"Santri jangan pesimis, jangan rendah hati (minder) sama yang lain, paling tidak santri dalam setiap pembukaan memakai bahasa asing, karena metodologi di dunia yang paling baik hari ini adalah memakai utawi iki iku"

"Saya berterima kasih kepada DPC dan semua yg terlibat di zona 4 ini, Komitmen pengurus jateng, bagi pemenang zona akan dikarantina, kita gembleng sebelum berangkat ke jakartar, agar pulang membawa piala kitab kuning."

Dalam acara tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI Fraksi PKB H. Bahrudin nasori yaang dalam sambutannya menyampaikan perlunya mengkampanyekan pesantren salah satunya melalui lomba musabaqoh kitab kuning ini.

"Kitab kuning yg menjadi cikal bakal pesantren ini mulai memudar, perkembangan media televisi sangat mengkhawatirkan, perlu kontrol dari oran tua, karenanya kita perlu kembali ke pesantren, perlu mengkampanyekan pesantren" kata Bahrudin.