Foto untuk : Pembangunan Ekonomi Jawa Tengah Belum Berkualitas

Pembangunan Ekonomi Jawa Tengah Belum Berkualitas

Gedung Berlian - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Jawa Tengah memberi catatan penting atas kinerja Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam pembangunan ekonomi di wilayah yang dipimpinnya pada 2016. Juru bicara FPKB DPRD Jawa Tengah, Hasan Asy’ari, menyatakan pertumbuhan ekonomi sampai triwulan III 2016 turun menjadi 5,06 persen.

“Dalam Nota Keuangan RAPBD Jawa Tengah 2017, pertumbuhan ekonomi sampai triwulan III 2016 tumbuh 5,06 persen. Dibanding dengan 2015 pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,4 persen, mengalami pernurunan. Ini catatan penting bagi FPKB, kami menyimpulkan bahwa pembangunan ekonomi belum berkualitas,” kata Hasan saat rapat paripurna di DPRD Jawa Tengah, Semarang, Jumat (25/11/2016).

Meski angka kemiskinan di Jawa Tengah turun dari 13,32 persen menjadi 13,27 persen, Hasan menegaskan jumlah jiwa penduduk miskin malah bertambah dari 4,506 juta jiwa menjadi 4,507 juta jiwa. “Ini artinya angka kemiskinan bertambah menjadi seribu jiwa. Pada 2017 Gubernur menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 11,13 – 10,83 persen. Apakah target ini bisa terwujud sementara beban anggaran untuk menutup beban DAU yang mestinya dipenuhi oleh pusat tetapi menjadi beban APBD Jawa Tengah?,” ujar Hasan menambahkan.

Hasan menyatakan FPKB menarik kesimpulan bahwa pembangunan ekonomi Jawa Tengah Belum Berkualitas jika diukur dari indikator serapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan, dan pemerataan. “Maka dari itu Kami Bertanya kepada Gubernur dimana letak keberhasilan pembangunan selama ini,” jelas Hasan.