Foto untuk : Pemimpin Muda Solusi Masalah Ibu Kota

Pemimpin Muda Solusi Masalah Ibu Kota

Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan meyakini pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mampu mengatasi empat tantangan besar persoalan ibukota.

"Pasangan ini merupakan kejutan terbaik yang dibutuhkan masyarkaat DKI Jakarta. Konsep dan pendekatan dalam melakukan pembangunan pun berbeda dengan patahana. Mereka telah melihat empat persoalan utam yang harus dibenahi untuk mengatasi persoalan Jakarta," tuturnya, Senin (26/9/2016).

Menurut Daniel, dipilihnya pasangan Agus-Sylviana oleh Poros Cikeas, yakni PKB, Demokrat, PPP dan PAN dengan perhitungan matang. Serta melihat pada kebutuhan masyarkat DKI jangka panjang serta pendek. 

"Kepemimpinan alternatif ini membedakan dengan incumbent Ahok, yang suka gusur, tidak ramah dengan rakyat kecil dan marah-marah serta arogan," tuturnya. 

Wakil Ketua Komisi IV DPR itu menambahkan, empat tantangan besar persoalan ibukota. Pertama, mengatasi banjir dan macet melalui kebijakan-kebijakan jitu dan pembangunan infrastruktur.

"Termasuk penataan seluruh aliran air dari hulu warga sampai hilir harus lancar dan bersih," kata Daniel.

Kedua, ungkap Daniel, perbaikan jalan-jalan kampung dan nonprotokol menjadi mulus sehingga bisa menjadi jalur alternatif. Selanjutnya, mewujudkan Jakarta yang bersih hijau-asri dan nyaman mulai dari gang-gang dikampung sampai sepanjang jalur jalan protokol. Serta mewujudkan kota jasa dengan pelayanan umum yang berkualitas, murah, dan cepat tanpa suap dan dihambat, mulai dari urusan di tingkat RT sampai gubernur termasuk segala perizinan. Tantangan keempat, Agus-Sylviana harus memprioritaskan anggaran bagi kesejahteraan rakyat kecil dan kemudahan mendorong usaha kecil menengah rakyat bergelora dengan kartu jaminan kesehatan pendidikan transportasi umum dan kebutuhan pangan pokok rakyat.

"Termasuk penataan yang manusiawi dan indah bagi kaki lima dan pasar rakyat yang mampu menarik pembeli dan wisatawan, juga penataan lingkungan warga kampung sehingga asri tidak kumuh," terangnya. (DPP PKB)