Foto untuk : Sukirman Menyayangkan Sikap Wakil Sekretaris PDIP Jateng Muh Ridwan

Sukirman Menyayangkan Sikap Wakil Sekretaris PDIP Jateng Muh Ridwan

Semarang - Wakil Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah Sukirman menyesalkan pernyataan pengurus DPD PDIP Jateng terkait sengketa Pilkada Kabupaten Pekalongan. DPD PDIP mengklaim kemenangan di pihak calon yang diusung partai tersebut. Menurut Sukirman, apa yang disampaikan Wakil Sekretaris PDIP Muh Ridwan, dapat menciptakan suasana tidak kondusif di Kabupaten Pekalongan. Selama ini, ujar Sukirman, PDIP sebagai pihak pengusung pasangan Riswadi- Nurbalistik selalu mengklaim menang. Itu dilakukan secara provokatif di berbagai media massa.

”Dalam politik, klaim kemenangan itu sah-sah saja. Namun ini berbahaya. Pak Ridwan sahabat saya di DPRD Jateng yang juga dari Pekalongan. Mestinya dia paham karakteristik warga Pekalongan. Tolong suasana yang sudah kondusif di Pekalongan setelah pilkada tetap kita jaga. Sejarah Kabupaten Pekalongan daerah rawan konflik politik sejak zaman Orde Baru,” tandas Wakil Ketua DPRD Jateng.

Keputusan KPU Menurutnya, pihaknya selalu berpijak pada keputusan KPU. Melalui keputusan KPU NO 57/KPTS/KPUKab- 012.3292/9/XII/2015 tanggal 17 Desember 2015, pasangan Asif-Arini yang diusung PKB dan Gerindra dinyatakan menang. Meskipun muncul keputusan itu, PKB melarang para pendukung merayakan kemenangan apalagi sampai konvoi dan arak-arakan.

”Alhamdulillah para pendukung patuh terhadap instruksi partai. Apalagi masih ada gugatan di MK,” katanya.

Di sisi lain, dia sangat menghargai sikap pasangan Riswadi-Nubalistik yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun sikap itu jangan dinodai dengan pernyataan provokatif. Lebih baik semua pendukung serta partai pengusung menunggu keputusan MK. Semua tuduhan sebaiknya tidak diumbar ke permukaan, tetapi harus dibuktikan di MK.

”Mari kita semua bersabar menunggu keputusan MK. Jangan mendahului proses di MK. Biar hakim MK yang memutuskan siapa pemenang di Pilkada Kabupaten Pekalongan. Saya kira ini lebih arif dan indah dari sisi demokrasi. Kami juga menegaskan kepada para pendukung untuk berdoa dan bersabar, tetap tenang dan tidak terpengaruh terhadap isu dan pernyataan yang menyesatkan,” tandasnya.

Deny Septiviant, anggota tim kuasa hukum Asif-Arini menambahkan, pihaknya tidak mau berpolemik di publik, karena akan menjadi tontotan yang tidak menarik di mata masyarakat. Pihaknya akan membantah semua tuduhan tersebut dan menunjukkan bukti-bukti kuat di MK.

”Sebenarnya gugatan itu tidak memenuhi syarat formal, karena selisih jumlah suara-nya melebihi satu persen,” ujar Deny.

Terkait tuduhan pemilih fiktif, kami melihat data yang mereka sajikan tidak valid. Misalnya, beberapa nama yang disebut tidak hadir di TPS tetapi dituduh mencoblos itu justru kader PKB di tingkat desa dan kecamatan. Logikanya, sangat naif bila sebagai kader mereka tidak hadir di TPS.

”Namun sekali lagi, kami tidak mau berpolemik. Semua kami pasrahkan ke hakim-hakim MK,” tandas Wakil Ketua DPW PKB Jateng ini.
 
 
 
 
 
(dikutip: SM